Minggu, 28 Oktober 2012

Biaya Beli Rumah melalui Developer


Banyak orang yang berpikir, untuk mengambil kredit rumah, cukup hanya dengan memiliki uang muka saja. Padahal, agar KPR bank bisa dicairkan sewaktu beli rumah KPR, harus melalui prosedur-prosedur hukum, yang akan membutuhkan biaya-biaya lain juga yang harus diperhitungkan.

Bila Anda membeli rumah dengan cara cash keras atau cash bertahap, maka biaya-biaya yang timbul adalah biaya-biaya atas beban developer dan biaya-biaya yang Anda keluarkan sebagai pembeli/konsumen  rumah.

Biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Developer :
  1. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% dari harga jual rumah
  2. Pajak Penjualan (PPh) sebesar 75% x 5% x harga jual rumah
  3. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di BPN sebesar (0,1% x harga jual) + Rp.50.000,-
Biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Pembeli/Konsumen :
  1. Biaya Peralihan Hak Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) sebesar 75% x 5% x harga jual rumah
  2. Biaya Balik Nama (BBN), umumnya 1% dari harga jual rumah.
  3. Peningkatan hak dari SHGB ke SHM berkisar Rp. 5juta - 6,5juta.
Untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), biasanya biaya ini dibebankan kepada pembeli/konsumen bila pembelian melalui KPR. Selain biaya yang telah disebutkan diatas, biaya-biaya pembelian rumah dengan cara KPR adalah sebagai berikut :

Biaya-biaya KPR

1. Biaya tanda jadi, atau biaya Booking Fee.
Biasanya, booking fee ini akan dimasukkan sebagai bagian dari pembayaran uang muka rumah jika KPR telah menyetujui KPR anda. Tapi jika pengajuan KPR anda ditolak, maka biaya booking fee ini tidak dikembalikan.
2. Biaya penilaian jaminan.
Biaya ini adalah biaya yang dikenakan bank kepada anda atas jasa nilai rumah yang akan dijaminkan (rumah yang akan anda beli).
3. Biaya Provisi Kredit.
Biaya ini adalah jasa komisi pencairan kredit yang besarnya biasanya sekitar 1% dari plafond kredit.
4. Biaya Administrasi kredit.
Biaya ini adalah biaya jasa pengurusan permohonan kredit.

Biaya Asuransi:

1. Asuransi jiwa
adalah asuransi yang harus diambil oleh calon pengkredit rumah untuk melindungi dari terjadinya gagal bayar akibat resiko kematian. Besarnya premi asuransi akan dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu, usia debitur dan besarnya jumlah pinjaman dengan jangka waktu kreditnya. Jika usia debitur semakin tua, maka biaya premi akan semakin mahal, mengingat faktor resiko kematiannya lebih besar. Uang pertanggungan ini akan menurun seiring dengan sisa saldo utang KPR dan sejalan dengan habisnya jangka waktu kredit.
2. Asuransi kebakaran
adalah asuransi yang akan mengcover terjadinya resiko kerugian atas rumah. Perlu anda ketahui, bahwa sebelum kredit anda lunas, maka rumah tersebut akan tetap menjadi jaminan bank. Dan bank tentu tidak ingin terjadi hal-hal dengan rumah yang menjadi jaminannya.
Biaya Pengikatan Kredit Secara Hukum
Biaya ini yang sering mengagetkan orang saat akan mengambil kredit rumah. Calon debitur banyak yang heran saat mengetahui biaya tagihan ini untuk pengikatan kreditnya. Untuk mereka yang belum mengetahuinya tidak mengira akan ada biaya-biaya ini yg jumlahnya cukup besar.

Pengakuan kredit ini terdari dari beberapa tahapan, yaitu, pengikatan utangnya, pengikatan jaminannya dan perjanjian jual belinya. Perinciannya adalah sebagai berikut:
1. Biaya Akta Pengakuan Utang dan Perjanjian Kredit.
Akta pengakuan utang berisi bahwa debitur mengakui telah meminjam sejumlah dana kepada bank dan berkewajiban mengembalikannya berdasarkan kondisi-kondisi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang tertera pada akta perjanjian kredit.
2. Biaya Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT)
Bank akan mengikat rumah sebagai jaminan kredit anda. Maksudnya agar rumah yang akan dijadikan jaminan tersebut tidak diperjual belikan kepada pihak lain tanpa sepengatahuan bank. Hak tanggungan atau hipotik adalah jaminan yang dibebankan kepada hak-hak atas tanah berikut benda-benda yang menjadi kesatuannya dengan tanah itu. Beberapa jenis hak tanggungan seperti Sertifikat Hak Guna (SHG)Usaha untuk jaminan berupa Ruko, Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Hak Guna Bangunan (HGB) untuk jaminan berupa rumah.
3. Biaya Akta Jual Beli.
Akta Jual Beli merupakan bukti berubahnya kepemilikan atas tanah dan bangunan yang diperjualbelikan. Akte jual beli ini akan melibatkan pembeli dan penjual, jadi bukan banknya.
4. Biaya Jasa Notaris PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).
Biaya jasa notaris adalah biaya-biaya yang dibayar kepada notaris atas pemakaian jasanya dalam pengurusan dokumen legal untuk transaksi jual beli rumah dan pengikatan kredit bank.

Biaya Tak Terduga

Setelah proses pencairan kredit, ada baiknya anda punya biaya cadangan yang nantinya digunakan untuk hal-hal yang tidak direncanakan sebelumnya. Misalnya biaya pindahan rumah, renovasi, mengisi furnitur baru, merubah kamar mandi, memperbaiki kekurangan atau kerusakan, dsb. Besarnya dana cadangan ini baiknya sejumlah 3 sampai 6 kali pengeluaran rumah tangga anda per bulan. Dengan tersedianya dana cadangan ini, tentu akan lebih memudahkan anda melewati proses kredit yang panjang ini.
Untuk anda yang berencana membeli rumah kredit KPR, ada baiknya anda perhitungkan terlebih dahulu biaya-biaya di awal tersebut, selain tentang uang muka. Hal ini akan memberikan kesiapan mental kepada anda untuk dapat segera mengambil kredit rumah dengan lancar. Pertanyakan atau perhitungkan dahulu hal-hal di atas kepada pihak developer untuk lebih jelasnya, dan mengetahui berapa besar pastinya. Jadi anda bisa mengetahui dengan pasti, berapa besarkah jumlah uang tunai yang harus anda keluarkan di awal, untuk dapat mendapatkan rumah KPR anda, secara jelas dan terperinci. Dan anda pun bisa tidur nyenyak tanpa harus menyesal atau kecewa setelah mengetahui biaya biaya yang harus dikeluarkan di awal untuk memiliki kredit rumah KPR tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar