Jumat, 02 November 2012

Mengenal dan Memilih Kontraktor


Mengenal dan memilih kontraktor pada awal pertemuan adalah hal yang cukup sulit. Karena kita akan mempercayakan pembangunan atau renovasi bangunan kita kepada seorang kontraktor yang mungkin kita belum tahu bagaimana cara dan hasil kerjanya. Dengan kewaspadaan dan ketakutan dari berita dan persepsi yang beredar di masyarakat mengenai "kontraktor dimana-mana tidak ada yang beres" akibat dari perbuatan kontrakor gadungan yang mencoreng dunia konstruksi ataupun oknum kontraktor yang tidak menjalankan prosedur yang benar.

Namun tidak perlu takut, karena dengan menggunakan jasa kontraktor seharusnya anda akan lebih terbantu dan jaminan tidak membengkaknya biaya serta waktu akan lebih anda kontrol. Tentunya bilamana anda memilih kontraktor yang baik dan benar. Berikut adalah tips-tips dalam memilih kontraktor yang baik di awal pertemuan. Tips-tips nya adalah sebagai berikut:
  1. Bedakan Kontraktor dengan Mandor. Kontraktor adalah badan yang memiliki manajemen pelaksanaan proyek, memiliki sistem serta cara kerja yang disiplin berdasarkan dasar-dasar yang bisa dipertanggungjawabkan, memiliki prosedur kerja/ Metode Kerja dalam pelaksanaan pekerjaan, memiliki tata cara yang didasari dengan pengetahuan untuk diterapkan dalam membangun. Sedangkan Mandor adalah pimpinan sekelompok tukang/pekerja konstruksi. Mandor biasanya bekerja dengan sketsa dan bukan gambar kerja. Pengetahuannya hanya berdasarkan pengalaman sehingga tergambar sikap "sok tahu" dalam menyampaikan sesuatu. Untuk mengetahui apakah yang anda temui adalah kontraktor atau mandor maka coba tanyakan :
  2. Bagaimana latar belakang pendidikannya.
  3. Bagaimana cara dia melaksanakan pekerjaan dan mengelola pekerjaan?
  4. Uraian mengenai schedule/jadwal pekerjaan?
  5. Minta disiapkan gambar kerja, laporan struktur, laporan tanah dan minta dia menjelaskan hal-hal tersebut di depan anda.
  6. Minta dia ceritakan bagaimana tentang kekuatan struktur bangunan anda.
  7. Bilamana anda tidak mendapat jawaban atau jawaban yang tidak memuaskan, harap batalkan kerja sama anda atau kirim pertanyaan konsultasi kepada saya bilamana anda masih mempertimbangkannya.
  8. Bedakan Kontraktor dengan Arsitek. Background pendidikan seorang kontraktor adalah teknik sipil. Bilamana anda menemukan seorang kontraktor berlatarbelakang pendidikan seorang arsitek yang mengaku kontraktor dan bukan sebagai arsitek, anda perlu membatalkan segera hubungan kerja sama dengan pihak tersebut. Karena kapasitas seorang arsitek adalah seorang yang hanya paham dengan cara mendesain bangunan dengan indah, pembagian ruangan yang baik, dan sisi kenyamanan anda untuk tinggal di dalam bangunan yang akan anda tinggali. Arsitek tidak memahami proses pembangunan, kelayakan kekuatan struktur bangunan, manajemen pelaksanaan proyek yang baik, dan kecenderungan yang besar untuk mengabaikan kekuatan struktur bangunan demi desain yang mereka buat. Maka tentunya arsitek yang baik akan perlu didampingi oleh seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan teknik sipil dalam desainnya, Dan untuk pelaksanaan pekerjaannya, akan dikerjakan penuh oleh kontraktor yang berlatarbelakang pendidikan teknik sipil.
  9. Hindari Kontraktor Gadungan, Poin ini jelas bilamana anda bertemu dengan seseorang yang berlatarbelakang pendidikan yang tidak sesuai (ekonomi, akuntansi, STM, SMEA, dan yang lainnya yang bukan teknik sipil) sebaiknya segera untuk tidak mempercayakan pelaksanaan pekerjaan bangunan anda pada pihak tersebut.
  10. Jangan terpaku pada senioritas atau umur seseorang. Umur seseorang tidak selalu menjamin bahwa dia adalah kontraktor yang baik, Banyak kontraktor yang tidak bertanggungjawab dan tidak menjalankan prosedur yang baik dan benar walaupun dia terlihat sudah cukup senior dan tua, Kemungkinan seseorang sudah cukup tua adalah sikap menggampangkan dan mengabaikan karena berpegang teguh pada pengalamannya. Tetap tanyakan 5 pertanyaan yang ada pada poin pertama di atas. Dan pertimbangkan profesionalisme dia mengungkapkan prosedur yang benar dalam melaksanakan proyek. Jangan meremehkan kemampuan bagi mereka yang memiliki umur muda. Karena kejujuran dan sikap yang benar masih ada dalam mereka yang masih muda dengan latar belakang pendidikan yang baik dan sesuai.
  11. Hindari Kontraktor yang tidak memiliki sistem pembayaran yang bukan dengan sistem progress (pembayaran berdasarkan persentase dari progress pekerjaan). Sistem Progress adalah sistem pembayaran yang akan memudahkan kita dalam ikut mengawasi setiap pekerjaan yang dinyatakan dengan persentase dan diawali dengan DP minimal 20%. Persentase disini bukan per 25%, Per 50%. Karena itu disebut dengan sistem termin bukan sistem progress. Sistem progress dinyatakan dengan persentase tidak bulat sesuai dengan persentase pekerjaan sesuai dengan RAB. Sedangkan bilamana sistem pembayaran yang baru dibayarkan pada saat pekerjaan sudah selesai atau hampir selesai (pada persentase 75% atau 90%) dan dari awal hanya pembayaran DP saja, itu disebut dengan sistem turn key. Hal ini mungkin menguntukan anda secara keuangan dan merasa terjamin dari sisi keuangan. Namun kualitas pekerjaan dari bangunan anda akan jauh merugikan anda. Karena kontraktor tersebut akan berusaha mengatasi pendanaan proyek dan cash flow perusahaannya dengan kemungkinan menurunkan spesifikasi material dan dimensi.
  12. Jangan menawar harga atau memilih kontraktor yang menekan harga terlalu rendah. Hal ini mungkin menarik bagi anda bila melihat harga yang murah. Namun, murah bukan berarti tidak ada alasan dibalik itu semua. Perlu anda ketahui bahwa alasan murah tersebut akan berakibat penurunan kualitas bangunan anda dengan cara apapun yang akan dilakukan oleh kontraktor tersebut. Apalagi bila yang anda temui adalah kontraktor gadungan. Anda akan dirugikan sepenuhnya dengan pemikiran licik dan memanfaatkan ketidakpahaman anda dalam masalah spesifikasi material dan hal-hal yang tidak didasari dengan pengetahuan yang baik.
  13. Jangan membuat generalisasi dan mengacu pada asumsi per m2 bangunan. Asumsi per m2 bangunan dapat menjadi hal yang membingungkan pertimbangan anda dan kekecewaan anda pada hasil bangunan yang anda dapat di kemudian hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar